Lukman menyolek bahu si penjual ronde. “Tambah isinya 3 lagi.” pintanya seraya menyodorkan mangkuk. Penjual ronde menyendok tiga bulatan kenyal dan menuangkan ke mangkuk Lukman. Pas, batin Lukman. Kini ronde di tangannya sama persis dengan bayangan semangkuk ronde buatan ibunya. Ia kembali ke kursi plastiknya sebelah Robi dan perlahan mulai menyesap kuah ronde. Lagi-lagi, belum […]
